Dapatkan Informasi Pendaftaran ONLINE Siswa Baru SMKN 1 XIII Koto Kampar Tahun 2019 di link berikut
PENDAFTARAN ONLINE

Mata Pelajaran Kewirausahaan SMK/SMA Yang Dianggap Pelengkap Padahal Paling Dibutuhkan

(Img Src: Google Img) 


(www.smkn1-xiiikk.sch.id) Mata pelajaran Kewirausahaan adalah salah satu mata pelajaran yang di pelajari di SMK/SMA/MA atau sederajat. Di dalam mata pelajaran ini diajari bagaimana cara menumbuhkan jiwa wirausaha, bagaimana menjadikan sesuatu menjadi sesuatu yang bernilai ekonomis dan bagaimana cara mengubah agar mata kita melihat semua peluang itu adalah uang.

Ya, orang yang punya jiwa wirausaha pasti selalu mencari peluang. Penulis pernah sedikit tertegun oleh Kepala Sekolah SMK Negeri 1 XIII Koto Kampar Tri Goesema Putra saat awal-awal pengembangan situs ini. Sedikit bercerita, saat itu Kepala Sekolah yang biasa dipanggil Pak Tri ini menyuruh penulis untuk membuat sebuah situs sekolah agar pendistribusian informasi sekolah lebih cepat. Namun penulis waktu itu punya kesibukan menjual martabak. Lalu penulis tidak pernah sempat untuk membuat situs ini. Lalu ketika beberapa minggu setelah perintah Kepala Sekolah membuat situs ini, penulis ditanya lagi tentang siap atau tidaknya situs ini. Penulis menjawab "belum siap pak, tidak ada waktu" (kira-kira begitu). Lalu saat ini lah penulis merasa sedikit malu, karena jawaban Kepala Sekolah adalah "Kalau gak ada waktu, ya di ada kan waktunya. Kalau gak ada peluang nya, ya di ada kan peluangnya".

Dari situ penulis sadar bahwa untuk menjadi seorang yang punya jiwa wirausaha itu harus memiliki kemampuan untuk mencari solusi dan mengadakan solusi, bukan menerima dan pasrah terhadap apa yang terjadi. Dan yang penting kalau tidak punya kemampuan itu, ya harus diadakan kemampuan itu yang pastinya melalui usaha-usaha yang kita lakukan. Dan membuat situs sekolah itu juga sebuah usaha dalam berwirausaha yang memanfaatkan kondisi tidak adanya situs sekolah dan menjadikannya peluang usaha (walaupun dalam hal pembuatan situs ini murni tujuannya untuk sekolah lebih maju dan bukan untuk dijadikan sebuah usaha). 

Saat ini sangat banyak para sarjana yang menganggur. Menurut penulis, kebanyakan para mereka yang kuliah itu memikirkan kerja apa yang akan dilakukan setelah lulus. Namun, sebenarnya untuk keadaan dan situasi saat ini para mereka yang kuliah harus memikirkan apa yang akan dilakukan ketika sudah lulus dengan bekal selama 4 tahun perkuliahan (bahkan sampai tujuh tahun) dan bagaimana membuka peluang usaha bagi dirinya sendiri dan orang lain dengan bekal ilmu yang didapat tadi. 

Selain salah berfikir tadi para mereka yang kuliah ini juga tidak terlalu serius dan menganggap mata pelajaran Kewirausahaan hanya sebagai pelengkap karena tidak di UN-kan. Padahal pada kenyataannya mata pelajaran Kewirausahaan sangat dibutuhkan dalam mengarungi kehidupan nantinya.

Belajar mata pelajaran Kewirausahaan berarti juga belajar tentang sikap yang harus ada pada seorang entrepreneur seperti punya pandangan yang berorientasi ke keuangan ('sesuatu adalah uang') dan punya jiwa berani dalam mengambil risiko. Karena seorang pengusaha tidak akan sukses jika tidak punya keberanian dalam mengambil keputusan. Karena dalam berwirausaha arah kebijakan usaha itu suksesnya berasal dari keputusan-keputusan yang diambil. 

Jadi mulai sekarang jangan anggap remeh pelajaran Kewirausahaan. Apalagi pelajar SMK yang memang dipersiapkan untuk langsung terjun kedalam dunia usaha dan dunia industri. 

Namun ada yang sedikit menggelitik bagi kita. Pelajar lulusan SMK tidak bekerja kadang ada alasan karena pilih-pilih pekerjaan (anggap tidak melanjutkan ke perguruan tinggi). Dan bagi pelajar lulusan SMA yang melanjutkan menimba ilmu di perguruan tinggi, tetapi setelah lulus juga tidak bekerja karena gengsi dan pilih-pilih pekerjaan juga. Jadi penulis menganggap wajar jika ada fakta dan berita tentang pelajar lulusan SMK kebanyakan menganggur. Ternyata lulusan SMA (yang tidak ada berita yang mengatakan bahwa mereka menganggur) ternyata setelah lulus kuliah jadi pengangguran juga (tidak semua) . Jadi SMK dan SMA itu sama. Tergantung individu saja menentukan kemana arah dirinya masing-masing. Jadi jangan pernah anggap sekolah yang salah. Alasan salah pilih jurusan dan salah pilih sekolah itu tidak ada. Yang salah itu kita yang menyalahkan arah pilihan. Sudah tahu passion dalam ilmu komputer tapi yang diambil jurusan tata boga. Kurang nyambungkan?


Iklan Atas Artikel

Iklan Bawah Artikel