-->

Ternyata Inilah Alasan Mengapa Penduduk Indonesia Sebarannya Tidak Merata

gambar migrasi
Google Images

Ternyata Inilah Alasan Mengapa Penduduk Indonesia Sebarannya Tidak Merata- Berbicara mengenai Indonesia, penulis merasa kita itu bicara mengenai surga. Di indonesia apapun yang kita cari pasti ada. Harapan dan potensi untuk menemukan apa yang kita cari itu lebih besar kalau kita bicara Indonesia. Mulai dari hal yang terkecil sampai ke hal yang besar, dari hal yang jelek sampai ke hal yang bagus. Seperti surga yang bisa kita dapatkan apapun yang kita inginkan. 

Seandainya kita berbicara mengenai orang pintar, kita dengan bangga sampai saat ini ada orang pintar Indonesia, yaitu Habibi si 'Bapak Pesawat Indonesia', begitu penulis menjuluki Pak Habibi ini. Kita ingin berbicara mengenai hal buruk ke Indonesia, ada juga. Seperti Indonesia termasuk negara dengan tingkat korupsinya terbesar di dunia. Kalau tadi BJ Habibi sebagai Presiden 'terpintar', sekarang kita menemukan presiden yang terisukan sebagai presiden yang suka korupsi juga (tapi hanya isu berdasarkan berita di Internet yang beredar). Dua hal tadi ibarat baik dan 'katanya jelek' dalam satu kategori, Presiden. Dari pucuk pimpinan negara besar Indonesia kita sudah menemukan masalah yang besar. Apalagi kita sebagai rakyat kecil yang notabene nya tidak bisa terlalu dicampuri urusan privasi kita oleh orang lain dan pastinya memiliki masalah yang lebih besar dari percontohan presiden tadi, tetapi dengan porsi yang sesuai dengan standar kita.

Kita contohkan Gubernur Jakarta Anies Baswedan, agar tidak ada kaitan kasus dengan percontohan kasus presiden diatas. Karena dalam track record-nya Anis Gubernur yang bersih.
Seorang Anis Baswedan si Pak Mendikbud 2014-2016 ini  kita anggap korupsi 1T. Bandingkan dengan APBD Jakarta sebesar Rp. 89.593.824.003.348, maka 1T itu hanya sedikit. Sekarang kita bawa ke diri kita semasa kecil. Ayah kita menyuruh membeli rokok Sampoerna seharga Rp. 10.000 dengan uang yang diberi sebesar Rp. 20.0000 dan tidak mengatakan kepada kita bahwa uang sisanya untuk kita.  Sampai di ritel penjualan rokok, 10rb kita beli rokok sesuai perintah ayah dan 10rb lagi masuk kantong. Uang 10rb yang kita korupsikan tadi adalah sangat besar bahkan walaupun kita bandingkan dengan andaian korupsi Anis Baswedan tadi yang sebesar 1T. Karena sebanyak 50% dari uang rokok kita pakai buat korupsi. Nah, sekarang masihkah kalian menyalahkan kalau ada yang korupsi? Tanpa kita sadari kita sudah sangat terlatih untuk korupsi dalam porsi persenan yang kita korupsikan itu ternyata lebih besar dari persen korupsi Anis tadi. 

Penulis pernah mendengar sebuah kata yang sampai saat ini masih terekam di telinga penulis. Pejabat yang korupsi itu sebenarnya karena mereka pintar membodohi kita. Mereka pintar dalam hal itu. Kita sering menyalahkan bahkan mengatakan harus dihukum mati kepada para koruptor, padahal itu semua terjadi hanya karena mereka punya kesempatan yang kita berikan untuk berbuat, dan kita tidak punya kesempatan buat seperti itu. Ya karena kita bodoh dan tidak punya kesempatan. Betapa malang nasib kita. Pertama kita bodoh dan kedua kita tidak punya kesempatan. Penulis juga sedikit yakin, jika kamu diberi kesempatan untuk korupsi dan rasanya tidak ketahuan oleh dunia, mungkin kamu juga akan melakukan hal yang sama dengan para koruptor. Dan mungkin kamu tidak akan pernah membaca tulisan ini karena kamu sudah mati duluan akibat permintaan kamu untuk menghukum mati para koruptor (dan kamu dari kecil sudah korupsi tadi dalam penganalogiannya. Jadi setelah kamu pulang dari membeli rokok dan ketahuan oleh ayahmu korupsi, kamu sudah tewas).

Itulah fungsi hadir pemikir-generasi.xyz ini, sesuai slogan kami "memandang masalah diluar lingkaran masalah, agar mendapat pandangan yang berbeda", seperti postingan kami kemarin Tips Menghilangkan Rasa Gengsi di Kehidupan Dan Dilihat Dari Sudut Pandang yang Lain.

Inti dari pembukaan diatas cuma satu, Indonesia punya segalanya. hehehe. 

OK mari kita menengok kenapa sih Indonesia itu sebaran penduduknya tidak merata? Padahal setiap provinsi di Indonesia itu punya kekayaan alam dan budaya masing-masing. Kita ambil contoh di Pulau Jawa. Dari hasil penelusuran di  Google, penduduk yang menduduki Pulau Jawa adalah sebanyak 141 juta jiwa. Bayangkan untuk ukuran pulau sekecil Jawa (kalau dibandingakan dengan Kalimatan) mempunyai penduduk yang dalam bilangannya mempunyai 9 deret angka (141.000.000). Kita tengok Pulau Kalimatan, sebanyak 18,59 juta jiwa. Di Kalimantan itu masih banyak hutan yang bisa dijadikan pemukiman, sebagai tujuan bekerja dan lainnya, tapi kenapa harus ke pulau Jawa orientasi orang Indonesia pada umumnya? Nah, mungkin kamu bisa berfikir dan sedikit menerka alasannya kenapa, salah satunya dalam fikiranmu mungkin karena Jawa itu ada Jakarta dan hidup di Jakarta itu keren? Bisa jadi. Atau mungkin biaya hidup di Jawa murah sehingga sebaran penduduk Indonesia itu tidak merata karena cendrung memilih Pulau Jawa sebagai pelabuhan tempat tujuannya. 

Mari kita ulas alasannya. Ternyata Inilah Alasan Mengapa Penduduk Indonesia Sebarannya Tidak Merata. Jangan bosan baca, OK?

1. Karena alasan ekonomi

gambar perbedaan ekonomi
Google Images

Diposisi pertama penulis meletakkan karena alasan ekonomilah mengapa sebaran penduduk Indonesia tidak merata. Coba kamu tanya orang yang merantau, kebanyakan alasan kenapa mereka merantau itu adalah karena masalah ekonomi. Betul juga sih. Mungkin memang daerah-daerah di Indonesia mempunyai kakayaan alam masing-masing. Namun bukan berarti kekayaan alamnya itu sama semua. Contoh di daerah A kekayaan 10T dengan jumlah penduduk 10. Di daerah B kekayaannya juga 10 tetapi dengan jumlah penduduk 5. Pasti orang yang tinggal didaerah A tadi berfikiran untuk tinggal didaerah B karena porsi kekayaannya untuk masing-masing individu itu lebih besar. A=10:10 hasilnya 1 buat 1 jiwa. B=10:5 hasilnya 2 buat 1 jiwa. 

2. Karena ketidakcocokan skiill yang dimiliki atau tidak ada sarana pendukung kemampuan

gambar ikuti gaya kamu
Google Images
Jika kamu mempunyai keinginan untuk kuliah jurusan Astronomi, maka kamu harus pindah ke Jawa untuk kuliah di ITB. Karena di Indonesia sangat jarang ada untuk kuliah jurusan Astronomi. Lagi-lagi pulau Jawa menjadi tujuan, sedikit menguak alasan kenapa penduduk di Jawa itu banyak :D

3. Kondisi lingkungan

lingkungan rusak
Google Images

Beda daerah pasti beda pula kondisi lingkungannya. Suku perantau paling banyak di Indonesia adalah suku Jawa. Orang Jawa ini sedikit cerdas. Mungkin mereka tahu di Jawa sudah jarang ada hutannya sehingga kualitas udara untuk 141 juta jiwa tadi sudah tidak optimal lagi didapat oleh masing-masing individu. Dan mereka yang pindah ke Jawa mungkin tidak tahu itu, tapi ini adalah contoh. 

3 poin Alasan Mengapa Penduduk Indonesia Sebarannya Tidak Merata diatas mungkin bisa menjadi gambaran bagi kamu yang belum tahu. Dan itu tergantung dari kita juga. Kalau di daerah kita kurang dalam hal ini itu, ayo berbuat sesuatu agar kekurangan tadi bisa kita lengkapi bersama-sama sebagai putra daerah masing-masing. 

Kalau bumi sudah sesak, ayo daftar di https://asgardia.space buat membangun populasi di angkasa hehehe. 

Semoga bermanfaat.

Iklan Atas Artikel

Iklan Bawah Artikel