-->

Tips Menghilangkan Rasa Gengsi di Kehidupan Dan Dilihat Dari Sudut Pandang yang Lain

Src: Google Images
Tips Menghilangkan Rasa Gengsi di Kehidupan Dan Dilihat Dari Sudut Pandang yang Lain- Semakin tahun bartambah, semakin pula tingkat standar dan normal sesuatu yang dilihat akan semakin tinggi. Dulu kita naik sepeda ke sekolah, tetapi kalau sekarang kita sudah merasa gengsi. entah gengsi yang dalam hal positif atau dalam gengsi artian negatif. Mari kita uraikan menurut sudut pandang Pemikir-generasi.xyz

Gengsi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah kehormatan dan pengaruh; harga diri; martabat.  Dari situ penulis sedikit simpulkan secara kasarnya bahwa gengsi itu adalah sebuah sesuatu yang harus kita jaga. Karena gengsi itu bisa penulis artikan sebagai standar baik atau tidaknya sesuatu. Jika sesuatu pekerjaan yang kita lakukan 'bergengsi' maka pekerjaan itu mendapat nilai yang tinggi dari orang lain. dan jika pekerjaan yang kita lakukan kurang atau tidak punya gengsi, maka akan kurang pula nilai baik dari orang lain. Tapi jangan cepat-cepat menyimpulkan secara mentah-mentah bahwa pekerjaan yang tidak ada gengsi itu sudah pasti tidak baik. Namun maksud penulis itu tergantung konteks kita melihat. Contoh, tukang sapu jalanan itu pekerjaan yang kurang bergengsi. Tapi apakah pekerjaan tukang sapu jalanan itu adalah pekerjaan yang kurang baik? Bukan seperti itukan? Pekerjaan tukang sapu jalanan itu baik, tetapi kurang bergengsi. Penulis merasa bersemangat sekali kalau membahas masalah tukang sapu ini. Karena penulis juga tukang sapu, tapi tukang sapu sebuah pasar di wilayah Kecamatan XIII Koto Kampar. Hehehe.



Rasa gengsi harus hadir ketika sesuatu yang kita gengsikan itu belum kita capai. Contoh, kita adalah seorang pelajar. Maka gengsi untuk jadi seorang pemulung harus ada jika memang ada pekerjaan lain yang lebih bergengsi dari seorang pemulung. Karena tanpa gengsi standar kehidupan yang ingin kita capai akan cendrung rendah daripada orang yang mempunyai gengsi yang tinggi. Karena kita sekolah itu salah satunya adalah karena kita tidak mau mendapat nilai kehidupan yang jelek dari orang lain. Karena orang sekolah lebih bergengsi daripada orang yang tidak sekolah. 

Namun rasa gengsi ini harus dihilangkan ketika memang tidak ada lagi pilihan yang harus kita pilih. Contoh, kita tidak punya biaya kuliah. Nah, disini kita boleh meghilangkan rasa gengsi tadi agar kita tidak merasa terbebani oleh tidak kuliahnya kita. 

Jadi adakalanya kita harus memilih untuk mempertahankan sifat gengsi dan adaklanya harus menghilangkan rasa gengsi itu. Tergantung konteks juga sebenarnya. 

Banyak sekali menfaat kalau kita hidup punya  gengsi. Salah satunya menghilangkan rasa malu yang ada pada diri kita. Jika standar sesuatu yang ingin kita capai adalah sesuatu yang harus bergengsi, maka pastinya kita akan berusaha unutk mendapatkan sesuatu yang bergengsi tadi agar rasa malu kita pada diri kita akibat tidak bisa mencapai sesuatu yang kita capai menjadi hilang. Ingat, rasa malu pada diri sendiri itu lebih memalukan rasanya daripada malu kepada orang lain.

Gengsi Dong


Mengutip kata Netti Virgiantini, "ada gengsi orang tua jika menceritakan kalau anaknya belajar di sekolah favorit". Dari kutipan itu lihatlah betapa bangganya orang disekeliling kita jika apa yang kita alami semuanya dalam kategori bergengsi.

Mungkin terdapat beberapa opini yang kamu kurang setuju dengan apa yang penulis tulis. Tapi itulah orang yang ingin punya gengsi. Penulis menginginkan sebuah kegengsian. Standar gengsi bagi penulis itu adalah seorang remaja itu harus berkarya. Tidak peduli  karyanya bagus atau tidak, yang penting berkarya. Karena penulis memandang kalau remaja seumur penulis 19 tahun dan penerjemah bahasa blog ini  masih 15 tahun itu harus mempunyai sesuatu yang antimainstream. Penulis berpendapat bahwa orang yang antimainstream itu akan lebih cendrung bergengsi. Karena sesuatu yang bergengsi itu tidak semua orang yang bisa mendapatkannya. Jadi jika sebuah karya yang tercipta pada usia remaja seperti tulisan unfaedah ini, berarti sudah termasuk antimainstream. Kalau sudah antimainstream seperti penulis katakan tadi berarti sudah bergengsi. Para remaja kebanyakan sibuk main game, sibuk pacaran tetapi kita bisa membuat sebuah karya. Perbandingan remaja pemain game dan remaja berkarya itu jauh lebih banyak remaja yang sibuk main game. Jadi disimpulkan bahwa remaja berkarya tadi adalah remaja antimainstream. Ingat pernyataan ANTIMAINSTREAM=BERGENGSI. Tidak banyak yang setuju sih, tapi itulah kenyataannya.

Diawal postingan penulis mengatakan sedikit tentang gengsi baik dan gengsi buruk. Kalau kamu membaca postingan ini dalam situasi fikiran jernih dan secara sadar, maka seharusnya kamu sudah bisa menyimpulkan mana yang gengsi baik dan mana yang gengsi buruk.

Hal yang sudah pasti jika kamu pasti lebih memilih sesuatu yang bergengsi daripada sesuatu yang tidak bergengsi. Pastikan?  Kalau memang benar, mulailah menempatkan rasa gengsi itu pada tempatnya. Jangan selalu menyalahkan orang lain kalau seseorang itu gengsian. Mereka punya alasan mengapa mereka gengsi. Mungkin standar yang mereka tetapakan dalam kehidupannya itu tinggi, tidak seperti kamu (jangan tersinggung ya).

Itu sedikit paparan singkat tentangn gengsi, tapi kita belum masuk ke Cara Menghilangkan Gengsi ala Pemikir-generasi.xyz. Mari simak ulasannya.

Mau tapi gengsi


Tips cara menghilangkan gengsi ini kita pakai ketika kita tidak punya pilihan lain lagi kecuali opsi sesuatu yang tidak bergengsi itu sendiri. Jangan dipakai ketika kita punya banyak opsi. Opsi pertama kamu bisa kuliah. Opsi kedua kamu tidak bisa kuliah. Jika diposisi ini, bodoh rasanya jika kamu pilih opsi dua. Nah, jika hanya ada satu yang kedua saja yang kamu miliki, barulah terapkan Tips menghilangkan gengsi ini yang pastinya yang namanya tips pasti ada yang sukses dan ada yang tidak sukses ketika menjalankannya.

1. Pakailah prinsip "bahwa yang jelek kamu lakukan sekarang itu akan menambah lembaran cerita yang akan bisa kamu ceritakan nanti ketika sudah sukses"

Penulis adalah orang yang optimis. Sangat percaya sekali bahwa apa yang kita lakukan saat ini yang tergolong jelek, akan menambahkan lembar cerita yang panjang saat kita bercerita ketika sudah sukses nanti. Pernahkah kamu mendengar cerita-cerita para mereka yang sudah sukses? "Saya dulu waktu sekolah harus mencari kayu di hutan agar bisa mencukupkan biaya sekolah saya', ucap orang sukses satu. "Saya dulu harus puasa senin-kamis agar uang yang kurang sewaktu sekolah bisa tercukupi, dan alhadulillah saya sukses", ucap orang sukses dua.

Coba berfikir. Kamu sukses tanpa ada sesuatu yang kamu ceritakan nanti saat itu, rasa suksesmu hambar. Tidak ada warna, Tidak ada cerita. Yang ada hanya kekosongan belaka. Orang tidak bisa mencontoh diri kamu kenapa kamu sukses. Dalam hal ini orang sukses terbagi dua. Orang sukses bergengsi (punya banyak cerita susah saat dulunya) dan orang sukses yang tidak bergengsi (tidak punya cerita saat dulu ketika belum sukses=Hambar).

Indonesia sukses merdeka, dan Indonesia punya banyak cerita yang bisa diceritakan saat sudah sukses saat ini. Lihatlah betapa banyak buku-buku dan referensi lainnya yang bisa menggugah hatimu ketika membaca kenapa Indonesia bisa sukses (merdeka).

2. Selalu pakai tips pertama tadi.

Maksudnya jadilah orang yang konsisten. Jangan pernah hilangkan rasa dalam tips pertama tadi.
Dan ingat tempatkan gengsi pada tempatnya. Karena terkadang gengsi itu menjadi sebuah prinsip, kadang menjadi rasa malu yang memalukan dan bisa jadi lainnya.

Sudah 1000-an kata yang penulis tulis, jika kamu membaca semuanya dan menerapkannya, rasanya 1000000 kata tidak akan membuat lelah jari ini menulis. Demikinlah Tips Menghilangkan Gengsi Kehidupan ala Pemikir-generasi.xyz



Iklan Atas Artikel

Iklan Bawah Artikel