-->

Pantaskah Koruptor Dihukum Mati? (+Cara Jadi Koruptor dan Lihat Hasilnya) oleh Ridho MK

pantaskah koruptor dihukum mati?

Pantaskah Koruptor Dihukum Mati? (+Cara Jadi Koruptor dan Lihat Hasilnya) oleh Ridho MK- Harus kita akui bahwa korupsi menjadi hal yang sangat biasa kita lihat dalam keseharian kita atau bahkan kita alami karena mungkin kita sendiri yang suka korupsi.

Korupsi adalah tindakan pejabat publik, baik politisi maupun pegawai negeri, serta pihak lain yang terlibat dalam tindakan itu yang secara tidak wajar dan tidak legal menyalahgunakan kepercayaan publik yang dikuasakan kepada mereka untuk mendapat keuntungan sepihak(Wikipedia).

Kita semua juga merasa muak dengan itu semua. Sehingga dalam hati kita yang bersih (tidak korupsi) ini timbul pertanyaan layakkah seorang koruptor itu dihukum mati?

Untuk menjawab itu, ada dua buah pendapat yang lumayan masuk akal.

Pendapat pertama, tidak layak dihukum mati.

Ibarat sebuah untaian kalimat, nyawa itu tidak bisa dihargai. Ada benarnya juga.

Karena orang koruptor itu juga manusia yang pasti punya kesalahan yang terkadang tidak dia inginkan, tetapi karena ada sebuah kesempatan yang dia rasa orang tidak mengetahui itu semua yang pada akhirnya KPK ternyata lebih hebat dalam mencium setiap apa yang dia sembunyikan.

Kejahatan itu terkadang datang bukan karena ada niat, tapi terjadi karena ada sebuah kesempatan.

Kalau sudah terjadi korupsi, serahkan saja kepada pihak yang berwajib untuk penanganan lebih lanjut.

Jangan sok-sok memberi hukuman apa yang pantas. Kejaksaan itu menjatuhkan hukuman berdasarkan peraturan yang ada di Indonesia. 

Kalau kalian sedikit kesal dengan hukuman yang diberikan kepada koruptor, ya terima saja. Karena begitulah keadaannya. Mungkin kamu pernah mendengar bahwa koruptor itu penjaranya lumayan enak dan bagus. Jadi mungkin kamu iri dengan itu semua.

Untuk informasi, untuk menjadi koruptor dan mandapat gelar koruptor itu tidaklah mudah. 

Pertama kamu harus menjadi pejabat dulu. Kemudian harus ada proyek atau kesempatan dulu baru bisa korupsi. Untuk menjadi pejabat  saja susah, apalagi jadi koruptornya. Nah, setelah menjadi pejabat dan punya kesempatan untuk korupsi, ada dua buah tahap lagi agar gelar korupsi bisa kamu sandang. Tahap selanjutnya adalah kamu harus mengalahkan diri kamu sendiri dan melawan keinginan jiwa bersih kamu yang sebebenarnya tau itu salah.

Ingat sebuah ungkapan, musuh yang paling sulit dikalahkan itu adalah diri kamu sendiri.

Setelah bisa mengalahkan diri kamu sendiri, kamu harus tertangkap dulu oleh KPK agar gelar pecundang KORUPTOR bisa kamu dapatkan.

Gelar koruptor itu ada didalam jiwa dan ada didalam pikiran masyarakat banyak dan dia tidak ada didalam penulisan nama kamu. Istimewakan?? Kamu harus menjawab istimewa karena setelah putusan perkara kamu selesai, kamu akan jadi orang yang diistimewakan di penjara (menurut kabar yang beredar).

Ibarat kuliah Komputer, gelar Koruptor itu sama dengan S.Kom-nya.

Kamu HARUS melakukan SEMUA tahap tadi sampai ada sebuah kesempatan, TETAPI jangan lakukan keinginan setanmu untuk korupsi agar kamu tidak termasuk golongan setan.

Pendapat kedua, koruptor memang pantas dihukum mati. 

Koruptor memang pantas dihukum mati. Sangat pantas, tetapi jika itu telah membuat Indonesia ini menjadi jatuh ekonominya. Saya rasa untuk saat ini masih baik ekonomi Indonesia walaupun loyo.

pantaskah koruptor dihukum mati?

Kabar baiknya, Indonesia 2 tahun terakhir telah memperbaiki IPK-nya alias Indeks Persepsi Korupsi ke peringkat 89 di kawasan Asia Pasifik yang sebelunya berada pada perigkat 96.

Iklan Atas Artikel

Iklan Bawah Artikel