-->

Kepuasan Batin, Kepuasan Sebenarnya by RidhoMK

Kepuasan Batin, Kepuasan Sebenarnya by RidhoMK-   Sering kali kita selalu mencari apa yang membuat kita merasa puas secara Zahir. Namun sebenarnya yang kita butuhkan adalah apa yang membuat kita puas secara batin. 

Jika terdapat dua buah pilihan, antara pasangan yang cantik (tidak peka/perhatian) dan pasangan yang peka (tidak cantik) saya rasa kita semua lebih banyak memilih yang cantik walaupun tidak peka terhadap apa yang kita rasakan. 

Walaupun banyak orang mengatakan 'Yang penting hatinya bersih walaupun tidak cantik' dalam memilih pasangan, tapi kalau saya lihat hal itu cuma omongan kosong saja buat para jomblo. Toh, pada akhirnya lebih memilih yang cantik tadi hehehe. 

Untuk kenyamanan hidup ini, kamu butuh sebuah kepuasan. Ketika kamu puas, kamu akan senang. Kamu akan bahagia. 

Dan ketika bahagia sudah pasti kamu merasa tenang dan tidak banyak memikirkan hal-hal lain. 

Karena kamu sudah merasa puas. 

Tidak ada yang sebanding didunia ini daripada sebuah kepuasan. 

Banyak orang yang rela berkorban untuk sebuah kepuasan. 

Menghabiskan banyak waktu, materi dan hal lainnya hanya untuk membuat dirinya puas. Tidak peduli apapun efek yang mungkin buruk dia dapat sing penting puas. 

Orang yang jualan minum yang membagikan jualannya secara gratis kepada orang lain itu secara Zahir adalah sebuah kerugian. Tapi sing penting puas. 

Nah, kenapa sih ada orang seperti itu? Padahal itu kerugian. 

Kembali ke paragraf awal, yang kita butuhkan adalah kepuasan batin. 

Jika batin sudah puas, kita akan menjalani hidup dengan nyaman, bahagia dan tidak panik. 

Saya pernah membaca disebuah postingan internet, ada 3 hal yang seharusnya harus kita tinggalkan saat ini juga. Salah satunya keinginan kita untuk membuat semua orang senang. 

Saya setuju sekali. Namun perasaan yang puas bagi saya adalah jika saya sudah bermanfaat bagi orang lain. Walaupun banyak rugi yang saya dapat. Sing penting puas. 

Jadi kita mempunyai indikator masing-masing dalam mengukur bagaimana kita bisa puas. 

Saya mempunyai jadwal untuk membina adek-adek didik pramuka saya hari sabtu (sesuai jadwal dari sekolah). Namun saya tambah hari rabu latihannya karena saya tidak puas kalau hanya hari sabtu saja. Yang masuk hitungan honor sekolah cuma hari sabtu. Rugikah saya? RUGI tapi saya puas. Sing penting puas :) 

Nah, mulai dari sekarang mulailah cari apa yang membuat kamu puas secara batin. Boleh mancari kepuasan secara Zahir namun pikirkan juga batinmu yang butuh kepuasan juga. 

Iklan Atas Artikel

Iklan Bawah Artikel